افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة فوركس افضل شركات الوساطة المالية في السعودية شركات التداول المرخصة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
openforexdemoaccount.com افضل شركة فوركس افضل شركة فوركس افضل شركة تداول عملات اسلامية شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات في السعودية
uaebestforextrading.com شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات اسلامية افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركة فوركس
guaranteed-forex.com شركات التداول الموثوقة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة تداول عملات اسلامية islamicforexuae.com افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة فوركس افضل شركات الوساطة المالية في السعودية شركات التداول المرخصة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
openforexdemoaccount.com افضل شركة فوركس افضل شركة فوركس افضل شركة تداول عملات اسلامية شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات في السعودية
uaebestforextrading.com شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات اسلامية افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركة فوركس
guaranteed-forex.com شركات التداول الموثوقة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة تداول عملات اسلامية islamicforexuae.com افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة فوركس افضل شركات الوساطة المالية في السعودية شركات التداول المرخصة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
openforexdemoaccount.com افضل شركة فوركس افضل شركة فوركس افضل شركة تداول عملات اسلامية شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات في السعودية
uaebestforextrading.com شركات التداول الموثوقة افضل شركة تداول عملات اسلامية افضل شركة تداول عملات في السعودية افضل شركة فوركس
guaranteed-forex.com شركات التداول الموثوقة افضل شركات الوساطة المالية في السعودية افضل شركة تداول عملات اسلامية islamicforexuae.com افضل شركات الوساطة المالية في السعودية
Seputar Eindhoven – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Eindhoven http://ppi-eindhoven.nl Thu, 07 Dec 2017 12:13:34 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 http://ppi-eindhoven.nl/wp-content/uploads/2016/02/PPIe.png Seputar Eindhoven – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Eindhoven http://ppi-eindhoven.nl 32 32 [Sosok November 2017] Danny Benlin http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-november-2017-danny-benlin/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-november-2017-danny-benlin/#respond Wed, 06 Dec 2017 21:59:23 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3412 Kali ini bersama Danny seorang mahasiswa double degree asal Universitas Kristen Petra, Surabaya yang kegiatan kesehariannya di Belanda tidak jauh berbeda ketika di Indonesia. Seorang mahasiswa yang fokus pada kuliahnya dan tidak lupa terhadap tanggung jawabnya. Dimulai dari tekun mengerjakan tugas hingga gereja setiap minggu. Di Belanda, kemandirian dan komunitas menjadi dua perhatian untuk Danny.

Danny menempuh kuliah Informatika atau ICT & Software di Fontys University of Applied Science Eindhoven dan sekarang bekerja sebagai Software Developer/Engineer. Sebagai catatan, perusahaan tempat Danny bekerja tidak melulu soal ICT (misal: software house). Tempat pertama ia bekerja merupakan perusahaan manufaktur alat elektronik dan informasi persiapan untuk pekerjaan yang ia miliki sangat memadai sehingga ia mampu memberikan beberapa informasi mengenai persiapan kerja berdasarkan yang Danny alami.

Danny sudah bekerja di dua tempat yang berbeda, dengan suasana juga berbeda jauh jika dibandingkan. Di perusahaan Danny yang pertama, jumlah pegawainya banyak. Employee benefits yang didapatkan lebih banyak, tapi ia berinteraksi sedikit sekali dengan kolega di luar rapat. Di perusahaan yang kedua, jumlah pegawainya lebih sedikit. Employee benefits juga lebih sedikit. Suasananya terasa lebih internasional dan sebagai dampaknya ia berinteraksi lebih banyak dengan kolega.

Ada 2 perbedaan mencolok yang ia rasakan ketika mulai bekerja seperti halnya, yang pertama masalah jadwal, Danny harus berada di kantor 40 jam seminggu, tapi sebagai gantinya dia tidak pernah membawa pulang pekerjaan rumah. Jam tinggal di rumah jelas lebih sedikit, tapi dia lebih leluasa menggunakannya untuk istirahat/hobi/hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, selain juga merasa lebih lelah.

Kemudian masalah keuangan, “I feel less restrained to spend money, kalau saya memang merasa ada keuntungan lebih yang didapatkan” kata Danny

Dibandingkan Indonesia, penghasilan seorang karyawan di Belanda/Eindhoven jauh lebih bk. Job progression serta kesempatan kerja juga demikian. Dibandingkan kota lain di Belanda, tidak ada alasan spesifik soal pekerjaan. Setelah tinggal beberapa lama di Eindhoven, Danny juga merasa sayang kalau harus pindah ke kota untuk kerja.

Menurut teman Danny pada saat ia berbicara dengan temannya, Eindhoven merupakan kota dimana bidang Teknologi Informasi berkembang pesat, sehingga dibandingkan kota di negara lain pun tetap adalah pilihan yang cukup bagus untuk mencari pengalaman.

Pada dasarnya keinginan pekerja Belanda sama saja dengan di negara lain. Mereka ingin tenaga kerja yang punya kemampuan dan etos kerja memadai. Ada beberapa perusahaan yang memerhatikan nilai di transkrip tapi masih lebih banyak perusahaan yang memberikan ujian dari mereka sendiri sebagai penilaian, atau bahkan hanya berdasarkan wawancara. Ini bukan berarti nilai kuliah tidak penting, terutama bagi mahasiswa yang baru lulus.

Belanda memiliki standar upah minimum lebih tinggi bagi karyawan yang tidak memiliki permanent residence permit jadi jelas perusahaan Belanda memiliki ekspektasi lebih tinggi bagi karyawan yang demikian.

Namun, sebelumnya ada baiknya untuk tahu mengenai visa kerja yang bisa digunakan untuk bekerja purna waktu, Zoekjaar (inggris: orientation year for highly educated persons) dan Kennismigrant (inggris: Highly skilled migrant), seperti syarat, standar upah, dan cara aplikasi. Usahakan untuk selalu menggunakan Kennismigrant jika memungkinkan karena umumnya perusahaan besar atau internasional lebih bersedia untuk mengatur visa kerja dan mengikuti standar upah minimum yang lebih tinggi (kecuali jika menggunakan Zoekjaar.

Untuk mencari perusahaan, cara paling baik umumnya langsung mengunjungi situs perusahaan lalu mengirim lamaran ke lowongan yang ada. Di sini komunitas dan teman karena mereka mungkin tahu lebih banyak perusahaan daripada diri kita sendiri. Cara lain bisa menggunakan situs mencari pekerjaan (seperti indeed.nl), atau meletakan CV di website employment networking (seperti LinkedIn atau MonsterBoard).

Mengenai bahasa, umumnya semakin besar perusahaan atau luas lingkup pelayanannya, semakin mungkin perusahaan tersebut bersedia merekrut pegawai yang hanya bisa berbahasa Inggris. Kecuali untuk lowongan yang secara spesifik membutuhkan kemampuan bahasa Belanda, tidak ada salahnya untuk mencoba melamar lowongan yang ditulis dalam bahasa Belanda sekalipun meski dengan CV bahasa Inggris.

Kemampuan di luar pelajaran kuliah yang sesuai bidang juga jelas memberi nilai plus, tapi sekali lagi tidak mutlak. Perusahaan Belanda umumnya memliki ekspektasi yang cukup realistis bagi para junior dan terkadang menyediakan training yang diperlukan.

Beberapa tips yang ia berikan “Jangan berhenti berusaha kalau belum menandatangani kontrak”. Sebuah perusahaan masih bisa secara legal menghentikan proses rekrut kalau belum ada kontrak yang ditandatangani. Hati-hati juga dengan kontrak berdurasi 7 bulan atau lebih. Terdapat hukum implisit bahwa kontrak dengan durasi demikian memiliki 1 bulan percobaan di mana perusahaan diperbolehkan untuk menghentikan karyawan dalam 1 bulan pertama jika tidak dirasa cocok.

Meski terlihat sepele, jangan remehkan tips yang diberikan internet mengenai CV, surat, dan wawancara, misal jangan mengirimkan surat atau CV yang persis sama ke perusahaan yang berbeda dan siapkan jawaban untuk pertanyaan umum seperti “Apa rencanamu 5 tahun ke depan?”

Agen kerjantara adalah opsi yang bisa dipakai untuk mencari kerja tapi kemungkinan berhasil tidak terlalu besar karena tidak semua perusahaan di daftar mereka bersedia mengikuti standar upah lebih tinggi ataupun menggunakan Inggris sebagai bahasa kantor.

Ada baiknya juga untuk tahu sedikit mengenai pajak dan juga kembalinya, yaitu Belastingaangifte (tax return), setidaknya dalam 1 tahun setelah lulus atau memulai kerja.

Artikel ini ditulis oleh Davin Airlangga (Greg).

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-november-2017-danny-benlin/feed/ 0
[Sosok Januari 2017] Brian Hutama http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-januari-2017-brian-hutama/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-januari-2017-brian-hutama/#respond Sun, 15 Jan 2017 21:16:16 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3362 brian

Brian Hutama (28) seorang Indonesia menginspirasi mahasiswa yang masih berada di jenjang S1 untuk tetap mengejar mimpi untuk memperoleh gelar magisternya. Meskipun sampai dan menempuh kuliah magister di universitas yang sekarang umum untuk diisi oleh mahasiswa pasca-sarjana dari Indonesia dengan jalur beasiswa, Brian mampu untuk tetap melanjutkan studi magisternya meskipun tanpa beasiswa.

Mahasiswa lulusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung ini pernah bekerja di PT Samsung Electronics Indonesia selama kurang lebih dua tahun. Setelah beberapa tahun bekerja sebagai insinyur di bidang riset dan pengembangan produk pemutar piringan Blu-ray, Brian memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang magister. Banyak pilihan tersedia pada saat itu, dan pilihannya jatuh pada Eindhoven University of Technology (TU/e) di Eindhoven, Belanda. Saat ia mencoba mencari pendanaan untuk kuliah di TU/e, beasiswa LPDP belum ada, sementara beasiswa Stuned saat itu mempersyaratkan pengalaman kerja selama minimal 3 tahun di perusahaan non-multinasional.

Belum berhasilnya Brian memperoleh beasiswa dari lembaga penyedia beasiswa bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di luar negeri lantas tidak membuat ia menyerah begitu saja. Ia juga sadar bahwa beasiswa bukanlah jalan satu-satunya. Masih ada jalan lain untuk dapat menempuh pendidikan magister. Setelah mendapatkan surat penerimaan pada program magister Teknik Elektro di TU/e, Brian juga mendapatkan penawaran untuk program pendanaan dengan konsep pinjaman (loan) juga memiliki program-program yang dapat membantu pembiayaan sekolah. Dengan adanya bantuan pendanaan ini, total biaya selama kuliah menjadi lebih ringan. Dalam konsep pendanaan ini, TU/e juga membantu Brian untuk berkarir di perusahaan di Belanda untuk pelunasan pinjaman dana selama kegiatan perkuliahan. Pada akhirnya, dengan konsep ini, ia menggunakan pendapatan masa depannya untuk menempuh pendidikan tinggi.

Pendidikan magister berjalan sesuai waktu yang dialokasikan dan Brian pun lulus pada tahun 2014, dengan proyek kelulusan Reinforcement Learning for Energy Fairness in Wireless Sensor Network Routing Optimization dan akhirnya pertama kali bekerja di perusahaan NXP Semiconductors. Memiliki pengalaman kerja di dua negara dengan karakteristik sangat berbeda tentu menjadi pengalaman baru bagi Brian.

Di Indonesia tempatnya dahulu bekerja, pekerjaan lebih difokuskan kepada bagaimana sebuah barang dapat diproduksi dengan efisien. Di sini, riset dan pengembangan tidak difokuskan untuk membangun produk dari awal, namun lebih ditujukan untuk mengadopsi desain yang sudah dirancang sebelumnya ke proses produksi di Indonesia. Riset produk biasanya dilakukan di negara asalnya atau yang dianggap memiliki ilmuwan yang lebih mumpuni seperti Korea Selatan. Di perusahaan di Indonesia ini, Brian merasa ini tidaklah cukup untuk memenuhi rasa penasarannya di bidang riset dan pengembangan.

Setelah lulus dari TU/e dan mulai bekerja di sebuah perusahaan yang membuat sebuah solusi evaluasi otomatis untuk chip semikonduktor yang jarang dibuat oleh perusahaan pada umunya, Brian kini mulai merasa bahwa ada yang berbeda dibandingkan ketika dirinya bekerja di Indonesia. Di sini, pekerjaannya lebih difokuskan pada sisi riset dan pengembangan produk itu sendiri, bukan semata-mata untuk mengadopsi desain ke tahap fabrikasi untuk target produksi massal.

Kepada para mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang magister, Brian berpesan agar tetap berpendirian pada cita-cita. Meskipun situasi nampaknya kurang mendukung, seperti tidak adanya beasiswa dari lembaga yang diincar sejak dulu, karena lain dan satu hal, masih banyak cara dan kesempatan lain yang mungkin terlewatkan yang masih bisa diraih untuk melangkah lebih jauh guna cita-cita.[AJ]

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-januari-2017-brian-hutama/feed/ 0
[Sosok Desember] Yusril Maulidan Raji http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-desember-yusril-maulidan-raji/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-desember-yusril-maulidan-raji/#respond Sun, 15 Jan 2017 21:15:39 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3365 Hai Sahabat PPI/e!

Jumpa lagi dengan Sosok edisi Desember. Kali ini PPI/e berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang sosok di Eindhoven. Beliau menjabat sebagai Ketua Musihoven. Apa itu Musihoven? Apa peran penting Musihoven bagi masyarakat Indonesia di Eindhoven? Yuk kita simak hasil wawancara PPI/e bersama Yusril Maulidan Raji!

yusril2

Musihoven (www.musihoven.nl) adalah singkatan dari Muslim Indonesia di Eindhoven. Komunitas ini dibentuk oleh warga Indonesia di Eindhoven untuk memfasilitasi kegiatan keislaman dan silaturahmi antar muslim di Eindhoven. Meskipun begitu, acara-acara Musihoven tidak tertutup untuk muslim saja. Banyak saudara-saudara non-muslim yang juga turut berpartisipasi dalam acara Musihoven, seperti pada saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Hubungan kekerabatan antar warga Indonesia di Eindhoven memang bisa dibilang cukup erat.

Dalam setahun, ada banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Musihoven, diantaranya pengajian rutin dwi mingguan, iqra mingguan anak-anak, pengajian muslimah, kegiatan One Day One Lembar, tadarus online di bulan puasa, dan buka puasa bersama organisasi muslim lainnya. Selain menyelenggarakan kegiatan internal, Musihoven juga fokus dalam menjalin kerja sama dengan komunitas muslim lainnya, seperti komunitas Muslim Pakistan dan Turki. Hubungan dengan komunitas Muslim Pakistan berawal dari tempat pengajian rutin Musihoven, dimana saat ini Musihoven menggunakan masjid Heezerweg yang dikelola oleh komunitas muslim Pakistan. Saat Ramadhan, Musihoven dan komunitas Muslim Pakistan juga saling mengundang satu sama lain dalam mengadakan buka puasa bersama. Begitu pula dengan komunitas Muslim Turki, beberapa kali Musihoven diundang untuk menghadiri jamuan yang diselenggarakannya.

Berjalannya roda organisasi Musihoven tentu tak terlepas dari peran ketuanya. Adalah Yusril Maulidan Raji, atau yang biasa disapa Yusril, yang sejak Agustus 2016 lalu menjabat sebagai ketua Musihoven untuk satu tahun kepengurusan. Di luar kesibukannya di Musihoven, Yusril bekerja di salah satu perusahaan IT di Eindhoven sebagai Software Developer.

Yusril memulai perantauannya ke Eindhoven dengan mengikuti program double degree antara Telkom University dan Fontys University. Ada tiga hal yang menjadi alasan bagi Yusril untuk memilih Eindhoven sebagai tempat studi. Pertama, terkait dengan rencana karir setelah lulus kuliah. Setelah melakukan riset, Yusril menyimpulkan bahwa peluang karir di Belanda sangatlah besar. Khususnya kota Eindhoven, yang disebut-sebut sebagai “Silicon Valley”nya Eropa. Kedua, Belanda termasuk negara yang sangat toleran. Orang Belanda sangat menghormati warga asing, sehingga mudah untuk berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk setempat. Ketiga mengenai bahasa. Belanda merupakan negara non-English speaking dengan pengguna Bahasa Inggris tertinggi di dunia. Jadi, bagi pendatang yang baru belajar Bahasa Belanda tidak akan kesulitan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Lebih khusus mengenai Eindhoven, Yusril memandang kota ini sangat nyaman untuk belajar. Lingkungannya cenderung tenang dan sepi. Meskipun begitu, Eindhoven termasuk salah satu dari 5 kota besar di Belanda, jadi fasilitas yang tersedia di kotanya sangat lengkap. Sedangkan mengenai komunitas keislaman di Eindhoven, Yusril berpendapat kota ini adalah yang terbaik dibanding kota-kota lainnya di Belanda. Salah satu sekolah islam terbaik di Belanda ada di Eindhoven. Pastinya, ada turut andil pula dari komunitas Islam di Eindhoven dalam membangun sekolah tersebut.[lili]

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-desember-yusril-maulidan-raji/feed/ 0
[Sosok September] Desiree Abdurrachim http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-september-desiree-abdurrachim/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-september-desiree-abdurrachim/#respond Sat, 17 Sep 2016 10:26:36 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3311 desi

Tepat sepuluh tahun lalu, Desiree mengawali kehidupannya di Eindhoven setelah lulus dari pendidikan sarjana di ITB. Ia  memilih untuk menempuh pendidikan master di Biomedical Engineering TU Eindhoven. Awalnya, ia sempat bimbang apakah akan memilih TU Delft atau TU Eindhoven, dan kemudian menjatuhkan keputusan di pilihan kedua karena bidang keahliannya didukung oleh universitas TU Eindhoven dalam satu fakultas tersendiri, berbeda dengan TU Delft yang hanya menjadikan Biomedical Engineering sebagai percabangan tersendiri di bawah suatu departemen.

Selepas master, Desiree tertarik untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang tertinggi, dan sejak awal tahun ini ia telah memulai karir postdoctoralnya. Menurutnya, dunia riset adalah dunia yang menyenangkan. Tidak seperti proses belajar di perkuliahan dimana kita mempelajari sesuatu yang sudah terbukti atau diketahui kebenarannya, riset memiliki tantangannya  tersendiri karena kita mempelajari sesuatu yang belum diketahui. Jadi bukan tidak mungkin ketika melakukan riset kita merasakan kekhawatiran apakah sesuatu yang sedang diteliti ini akan berujung kepada kesuksesan. Tapi, di situlah letak keseruannya.

Saat ini Desiree sedang melakukan penelitian tentang in vivo imaging untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes dan gagal jantung. Objek penelitiannya masih menggunakan hewan seperti tikus, tapi bukan tidak mungkin jika hasil risetnya ini akan diimplementasikan ke tubuh manusia dalam 20 atau 30 tahun mendatang. Begitulah hakikat riset, bisa jadi ia tidak memberikan dampak yang nyata saat ini, tapi akan sangat bernilai di masa mendatang. Desiree sendiri mengutip cerita Newton saat menemukan gaya gravitasi. Siapa yang menyangka bahwa penelitianya yang mungkin terlihat sangat tidak berharga pada masa itu kini memberikan sumbangsih yang sangat besar di dunia ilmu pengetahuan?

Selain menjadi seorang postdoctoral researcher, Desiree adalah juga seorang ibu dari dua orang anak. Dalam mengatur waktu, Desiree membagi tips dan triknya yaitu  pembagian peran pada pos-pos waktunya masing-masing.  Ketika di kampus ia akan fokus pada pekerjaannya, dan ketika sudah di rumah, ia akan menghadirkan 100% dirinya untuk anak-anak dan suaminya. Karena jika tidak begitu, yang terjadi adalah pekerjaan yang setengah-setengah dan cenderung menurunkan efisiensi waktu dalam menyelesaikannya. Walau terkadang tuntutan deadline memaksanya untuk “membawa” pekerjaan kantor ke rumah, dimana working from home sangat mudah sekali untuk dilakukan pada era teknologi maju seperti sekarang ini, ia akan mengusahakan untuk bekerja di malam hari setelah kewajibannya sebagai seorang ibu selesai.

Dalam menjalankan double role, seorang ibu yang sekaligus seorang postdoctoral researcher, Desiree didukung oleh berbagai pihak. Di Eindhoven khususnya, tersedia family day care yang sangat bersahabat sehingga para ibu tidak perlu was-was ketika menitipkan anaknya selama ia bekerja. Ikatan antara para ibu di kota ini juga bisa dibilang cukup solid, sehingga kita tidak merasa sendirian di sini.

Tidak hanya itu, universitas tempat Desiree bekerja juga sangat mendukung aktivitasnya. Bekerja part-time tiga setengah hari dalam seminggu adalah hal yang wajar, bukan hanya bagi para ibu tapi juga para bapak. Desiree memberikan contoh seorang koleganya yang juga merupakan seorang bapak. Ia baru saja mendapatkan promosi jabatan meski tidak bisa bekerja secara full time karena alasan keluarga. Ini mengindikasikan bahwa universitas tetap memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pegawainya, termasuk pegawai yang memilih untuk bekerja secara part-time. Universitas juga menyediakan ruangan khusus bagi para ibu menyusui yang membutuhkan tempat untuk memompa ASI-nya. Selain itu, ibu hamil juga berhak mendapatkan cuti selama satu bulan sebelum melahirkan, tiga bulan setelah melahirkan, dan ada juga parental leave selama tiga bulan.

Dengan adanya dukungan-dukungan dari berbagai macam pihak, Desiree dapat menjalankan kedua perannya secara maksimal. Ia dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu, sekaligus menjalankan peran postdoctoral researcher secara totalitas.[lili]

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-september-desiree-abdurrachim/feed/ 0
[Sosok Juli] Muhammad Husni Mubarok http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-juli-muhammad-husni-mubarak/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-juli-muhammad-husni-mubarak/#respond Mon, 25 Jul 2016 20:20:31 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3294 Selamat jumpa kembali, pembaca!

Di bulan Juli ini, setelah pekan ujian berlalu, tim penulis kolom sosok ingin membagikan hal yang tak kalah spesialnya dengan liburan. Kali ini, kolom sosok akan menguak cerita ketua PPI Eindhoven, Husni. Di tengah kesibukannya membagi waktu antara keluarga, pendidikan, dan karier, pria ini juga masih sempat untuk berpartisipasi sebagai ketua perhimpunan pelajar, loh. Penasaran? Yuk, kita simak bersama!

Nama lengkap : Muhammad Husni Mubarok

Tanggal Lahir: 22-02-1992

Almamater : S1 Teknik Elektro ITB

husni

Q : Ceritain tentang S1-nya dong, kak?

Saya memulai perkuliahan sarjana pada tahun 2009. Pada waktu itu saya diterima masuk STEI ITB lalu terjerembap masuk ke jurusan teknik elektro ITB. Sewaktu kuliah saya yakin tidak banyak yang mengenal saya karena memang saya tidak aktif berorganisasi ataupun berprestasi di bidang akademik. Kegiatan saya sehari-harinya duduk-duduk, bercanda, sambil minum kopi dan main kartu di himpunan, ditambah jualan-jualan gitu lah untuk menyambung hidup. Ini sebenarnya kegiatan yang paling sering saya lakukan setiap harinya, mungkin malah lebih sering dibandingkan masuk kuliah.

Organisasi? Hampir nol, ya saya terdaftar sebagai anggota himpunan, tapi hampir tidak pernah saya mengikuti kepanitiaan baik di level himpunan atau pun kampus, hanya sesekali saja. Akademik? Waduh saya termasuk yang lulus lima tahun di ITB, dan orang-orang bilang lulus telat, dan nilai pas-pasan banget, jadi memang tidak ada yang spesial sih di masa S1 saya. Ah mungkin yang paling berkesan satu hal, waktu kuliah saya ikut satu tim mobil listrik bernama cakrawala, ikutan lomba sekali di ITS, IEMC 2013, dan jadi runner-up (tapi gagal ikut Shell Eco Marathon di Filipina waktu itu, curiga gara-gara saya bawa sial). Itulah sedikit cerita tentang S1 saya, nggak ada yang spesial atau inspiratif tampaknya hahaha.

Q : Apakah kakak bekerja sebelum meneruskan ke S2?

Ya, setelah lulus saya sempat bekerja di 2 tempat yang berbeda. Saya bekerja terlebih dahulu, alasannya sederhana, karena memang waktu itu belum mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi, tetapi prioritas saya memang ingin melanjutkan studi (karena s1 saya kacau). Oleh karena itu, sembari kerja saya tetap cari-cari beasiswa sampai akhirnya mendapat rezekinya juga.

Q : Mengapa memilih TU/e?

Nah ini lagi-lagi, jawaban saya kayanya bakal menunjukkan saya orang yang simple banget. Pertama saya memang ingin melanjutkan studi di negara (Eropa) yang menawarkan program Bahasa Inggris, dan Belanda pilihan yang tepat banget, karena di Belanda program masternya diadakan dalam Bahasa inggris. Ditambah lagi dari hasil googling-googling ternyata rata-rata orang di belanda pun mengerti Bahasa Inggris, alhasil saya pilihlah Belanda.

Lalu karena sebelum saya berangkat telah ada beberapa teman saya yang sedang melanjutkan kuliah di TU/e, saya mendapatkan banyak informasi tentang TU/e dan karena ada program yang memang jadi interest saya (Sustainable Energy) akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di TU/e. Selain itu spesialisasi di bawah departemen Innovation Science juga menarik minat saya dan spesialisasi ini, untuk program Sustainable Energy, merupakan salah satu program pasca-sarjana unggulan yang ada di TU/e. Ditambah lagi, saat saya hendak mencari universitas waktu itu, TU/e tidak menarik biaya aplikasi, saat kampus sebelah sebut saja TU Delft, menarik biaya aplikasi. Berhubung keuangan lagi tidak sehat saya memutuskan daftar TU/e saja akhirnya.

Q : Kesibukannya sekarang apa nih, kak?

Kalau di perkuliahan, saat ini saya sedang sibuk melakukan internship. Alhamdulillah saya selamat dari jeratan course karena sudah habis semua jumlah credit course minimal yang harus saya ambil. Di samping perkuliahan kegiatan lain yang saya ikuti adalah sebagai panitia konferensi yang akan diadakan oleh PPI Belanda pada September 2016, ICAD. Dan pada Februari 2016, diberikan amanah pula untuk menjadi ketua PPI Eindhoven periode 2016-2017. Jika dibilang sibuk, ya sebenarnya tidak begitu sibuk, karena di kepanitiaan dan organisasi toh kan banyak teman-teman lain yang membantu.

Q : Wah keren ya, bagaimana ya cara membagi waktunya?

Nah untuk pembagian waktu ini memang yang sangat penting sekali. Pertama saya selalu menyempatkan untuk main atau beristirahat (tidak melakukan apa-apa) saat akhir pekan, atau setidaknya hari minggu, sehingga setidaknya ada satu hari saya malas-malasan. Tujuannya ya agar saya punya banyak energi di minggu yang akan datang. Untuk membagi waktu kuliah, belajar ,dan organisasi/kepanitiaan, saya sudah membuat semacam timeline sederhana dari semenjak saya mengikuti ICAD, sampai diberi amanah menjadi ketua PPI/E, saya menyiapkan selot-selot waktu di mana saya bisa mengerjakan kedua hal ini tanpa mengganggu kuliah. Tentu saja pada praktisnya ada beberapa kendala, tapi overall perencanaan sederhana saya cukup membantu saya sehingga saya dapat membagi waktu kuliah dan hal lainnya. Buktinya kuliah saya bisa dibilang lumayan kok dan baru terjerembap satu kali harus mengulang ujian (maaf ya sombong).

Q : Ada pesan-pesan nggak buat pembaca terutama mahasiswa di Eindhoven?

Pertama, teman-teman yang ada di Eindhoven jangan lupa untuk bergabung dan mendukung semua kegiatan PPI/E. Saya juga berpesan kepada teman-teman untuk tidak hanya belajar dan diam di perpustakaan berkutat dengan tugas dan rutinitas perkuliahan, tetapi banyak sekali kesempatan seperti berorganisasi, mengikuti konferensi, mengikuti lomba, dan hal lainnya. Kegiatan-kegiatan seperti ini saya jamin, saya garansi kan kepada teman-teman, akan memberikan manfaat yang sangat banyak contohnya saja dapat membuka jaringan, menambah wawasan, dan dapat juga meningkatkan rasa kepercayaan diri. Jangan lupa pula menyeimbangkan kegiatan-kegiatan tersebut dengan main, karena pada fitrahnya memang manusia itu ingin bahagia dan main sering kali membuat kita bahagia.

Terakhir, saya ingin mengutip salah satu kalimat dari teman saya, sebut saja Hakim Agung Ramadhan, “yuk kita bangun bangsa bareng-bareng”, karena memang kesempatan yang kita dapat dengan berkuliah di negara yang saat ini lebih maju dibandingkan negara kita tentu saja harus dapat memberikan manfaat bagi negara kita di masa depan. Hidup terlalu mudah dan kurang seru apabila teman-teman hanya memikirkan perut teman-teman sendiri.

[ANJ]

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-juli-muhammad-husni-mubarak/feed/ 0
Bekerja Bisa Sambil Belajar http://ppi-eindhoven.nl/index.php/bekerja-bisa-sambil-belajar/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/bekerja-bisa-sambil-belajar/#respond Wed, 01 Jun 2016 20:46:03 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3242 aditya halim sosok mei

Aditya Halim (25), seorang putra Indonesia, menginspirasi mahasiswa-mahasiswa di Eindhoven khususnya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Ia percaya, bahwa pendidikan merupakan kesempatan yang penting untuk diambil. Semangat itu diwujudkan melalui proses pendidikan magisternya yang dilakukan sembari bekerja.

Tahun 2012 Adit, panggilan akrab Aditya Halim, lulus sebagai sarjana teknik elektronika dari sebuah hogeschool di Eindhoven. Tetapi, keinginan menempuh pendidikan pasca-sarjana mendorongnya untuk melanjutkan pendidikannya di sebuah universiteit.

“Sebenarnya setelah lulus dan bekerja saja sudah cukup. Kerja di sini enak, ada batasan antara kebebasan dan kesempatan belajar dari kolega-kolega. Perusahaan tempat saya bekerja juga sudah termasuk lumayan. “ kata Adit bulan Mei lalu.

Bagi dia, kesempatan tidak datang setiap saat. Dimulai saat internship di NXP, ia mulai menyatakan ketertarikannya dengan perusahaan itu. “Jika bekerja di sini, jangan ragu-ragu untuk menyatakan kalau kamu tertarik dengan pekerjaanmu. Orang-orang di sini sangat mengapresiasi dan akan berusaha mendukung, kok.”

Berawal dari internshipnya, kini, Adit kini mendapat pekerjaan di perusahaan yang sama. Ia mengajukan ketertarikannya untuk menempuh pendidikan pasca-sarjana kepada atasannya untuk meningkatkan pengalamannya dalam bekerja. Alhasil, ia mendapat sponsor dari tempat kerjanya untuk melanjutkan master di TU/e secara gratis.

Menantang diri sendiri

Kuliah sekaligus bekerja memiliki keasyikan tersendiri bagi Adit. Contohnya, di waktu istirahat kerja atau saat pekerjaan sedang sedikit, ada pelajaran kuliah menanti dipelajari. “Ya, punya kesibukan saja, saat senggang bisa belajar materi kuliah” katanya.

Ketika sudah mendapat sponsor dari perusahaan, ada tantangan tersendiri untuk tetap bekerja sekaligus berfokus pada pelajaran kuliah. Mengambil kelas sehari sepekan, tentu banyak materi yang juga harus dipelajari sendiri. Ia menganjurkan bagi teman-teman yang juga ingin mengambil master selagi bekerja untuk memperbanyak self-study karena tidak semua materi diajarkan di kelas. Disini, mahasiswa diharapkan untuk mengetahui kapasitas dirinya masing-masing dan memiliki kesadaran akan perlunya belajar.

Memilih Belanda

Seperti mahasiswa Fontys pada umumnya, Adit juga berasal dari agen yang sama. Memang sejak lama sudah direncanakan ingin kuliah ke luar negeri. Biasanya, Belanda tidak jadi tujuan utama kuliah yang umum. Kebanyakan akan menyebut Britania Raya, Singapura, Australia, ataupun Malaysia.

Harga dan kesempatan waktu itu membuat Adit menjatuhkan pilihannya pada Electrical Engineering di Fontys Eindhoven. Dengan pertimbangan regio Eindhoven juga merupakan daerah industri. Menurutnya, jika kuliah teknik di kota-kota lain, kota utama yang menjadi lahan pekerjaan bagi para teknisi, ya Eindhoven.

Menjadi mahasiswa Belanda juga membuka kesempatan untuknya menjelajahi daerah Schengen Convention Area. Ini juga akhirnya menjadi salah satu hobi Adit, jalan-jalan. Saat musim dingin tiba, merupakan hari bermain ski yang asyik di Italia. Mungkin nanti yang suka main ski di Italia bisa pergi bersama-sama. Di musim panas, Adit memilih berkebun dengan lahan seadanya yang bisa dimanfaatkan di halaman rumah.

Pesan dan pandangan

Menjadi pekerja di sini perlu pintar-pintar. Tidak hanya bekerja, tetapi juga dalam pergaulan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Memilih perusahaan magang, tidak kalah pentingnya dengan memilih pekerjaan, atau minimal memiliki kesempatan untuk bekerja di sana setelah lulus. Pilihan Adit pada perusahaan ini juga menimbang statistik perolehan kesempatan menjadi karyawan tetap cukup besar.

Menunjukkan yang terbaik juga merupakan kunci sukses menurut Adit. Hal ini ia tunjukkan terutama bagi lulusan Fontys. “Karena Fontys berbasis applied sciences seharusnya kita lebih terampil mengerjakan hal-hal praktis dan tunjukkan yang terbaik yang kamu bisa lakukan”. Melakukan yang terbaik juga memperbesar kemungkinan perusahaan bersedia menjadi sponsor pendidikan magister.

Jangan segan untuk menyatakan ketertarikan. Ada beberapa sifat malu-malu yang kadang dijumpai pada orang Indonesia khususnya. Bermaksud untuk membangun, Adit secara pribadi menyemangati pembaca untuk tidak ragu menyatakan ketertarikan terhadap pekerjaan ataupun perusahaan tempat pembaca melakukan internship.

Power distance yang kecil antara atasan dan bawahan membuat bekerja di Belanda memiliki ciri khas tersendiri. Adit menyarankan untuk memiliki karakter yang kuat dan lebih berani menyatakan pendapat. Memiliki pendapat sendiri dalam sebuah persoalan juga merupakan hal yang penting.

Terakhir, ketika ingin dihormati pendapatnya, hargailah juga pendapat orang lain. Di samping trik berkolega, Adit juga menekankan pentingnya belajar bahasa Belanda. Hal ini akan sangat mempermudah tidak hanya komunikasi, tetapi, orang lokal pun akan merasa dihargai keberadaannya. Karena bagaimanapun, kita tinggal di negara yang penduduknya mayoritas berbahasa Belanda. (AJ)

Ditulis oleh: Andreas Jakayudha

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/bekerja-bisa-sambil-belajar/feed/ 0
Sosok Eindhoven : Rangga Priandono http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-eindhoven-rangga-priandono/ http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-eindhoven-rangga-priandono/#comments Fri, 22 Apr 2016 02:22:34 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3224 Jumat lalu (15/4), PPI/e bidang eksternal mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai secara langsung salah satu orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Eindhoven. Buat para mahasiswa yang sebentar lagi akan lulus, info dari tamu kita kali ini bakalan bermanfaat buat cari-cari kerja di negeri kincir angin ini. So, yuk kita sambut tamu kita: Mas Rangga!

mas rangga

Mas Rangga menempuh pendidikan masternya di Department Mathematics and Computer Science TU/e. Tak lama setelah lulus pada September 2015 lalu, ia langsung diterima bekerja di Philips Lighting melalui suatu agen. Dua bulan bekerja di sana, kemudian ia pindah ke ASML sebagai configuration engineer di Departemen Software Integration. Mantap kan? Kira-kira apa ya tips dan triknya bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah di Eindhoven ini?

Mas Rangga membagi tiga rahasianya. Yang pertama adalah tentang attitude. Poin pertama ini mencakup kemampuan kita untuk bisa menunjukkan kelebihan diri. Mas Rangga mengamati bahwa orang-orang Belanda itu lebih percaya diri dalam menunjukkan kehebatan dirinya. Sedangkan orang Indonesia lebih pemalu, mungkin juga pengaruh dari budaya timur ya. Padahal sikap ini sangat penting sewaktu kita diwawancara perusahaan. Jadi, beranilah untuk mengungkapkan kualitas diri ya. J

Mas Rangga juga menekankan pentingnya mencari kerja sedini mungkin, minimal ketika kita mulai menulis tesis. Persiapan diri dari jauh-jauh hari ini akan membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan. Jangan diundur-undur sampai waktu kelulusan tiba. Take one step ahead! J

Rahasia yang kedua adalah tentang agen pencari kerja. Untuk seorang fresh graduate, agen ini sangat membantu sekali dalam mencarikan kita pekerjaan. Jadi jangan menganggap remeh dan menomorduakan agen. Seperti Mas Rangga ini, pertama kali berjodoh dengan Philips Lighting karena dibantu oleh agen. Kelebihan lainnya dengan menggunakan agen adalah kita bisa dengan cepat mendapatkan kerja, jadi tidak perlu menggunakan zoekjaar visa (zoekjaar = job-seeking year for graduates) yang masa berlakunya hanya satu tahun. Ketika kita sudah mendapatkan kerja, maka perusahaan bisa memberikan kita visa untuk high-skilled migrant yang berlaku untuk empat tahun.

Ohya, Mas Rangga juga membocorkan rahasia yang ia dapat dari agennya loh. Menurut penuturan orang di agen ini, ternyata mencari lulusan universitas yang mau bekerja itu susah karena kebanyakan orang Belanda lebih memilih membuka perusahaan sendiri, atau yang kita kenal dengan nama start-up. Nah ini kesempatan emas buat para mahasiswa asing untuk merebut kursi lowongan pekerjaan di perusahaan ternama. Jadi tambah semangat kan untuk melamar kerja di Eindhoven 😉

Rahasia Mas Rangga yang terakhir berhubungan dengan lingkungan kerja. Mas Rangga membandingkan lingkungan kampus dan lingkungan perusahaan. Ternyata itu seperti dua dunia yang berbeda. Di kampus kita mungkin bisa lebih santai, bisa lebih kreatif dalam melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak kita. Sedangkan di lingkungan perusahaan, akan lebih terasa peraturan dan “the way of working”-nya. Kita juga akan menemui para senior yang sudah lama bekerja di perusahaan itu, telah mumpuni pengalaman bekerjanya, serta mempunyai gaya kerja tersendiri. Tidak jarang ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan kerja kita. Maka kita harus pintar-pintar memposisikan diri, harus bisa mengasah tingkat kesabaran. Seiring berjalannnya waktu kita akan terbiasa dengan lingkungan yang berbeda dari dunia akademis tempat kita belajar dulu.

Sampai di sini, mungkin pertanyaan yang banyak diajukan oleh orang yang ingin bekerja di negeri bukan berbahasa Inggris adalah tentang persyaratan kemampuan bahasa. Ternyata ya, tidak ada persyaratan itu loh untuk melamar kerja di perusahaan tempat Mas Rangga bekerja. Well, mungkin ada aja sih departemen tertentu yang mensyaratkan kemampuan Bahasa Belanda. Tapi menurut Mas Rangga, di Eindhoven khususnya, setidaknya ada lebih dari 50% perusahaan manufaktur yang tidak mensyaratkan kemampuan Bahasa Belanda. Tapi ini bukan berarti jadi menyurutkan langkah-langkahmu untuk meningkatkan Bahasa Belanda ya 😉

Eindhoven, sebagai kota dalam brainport region, menawarkan beragam pilihan pekerjaan. Orang-orang Belanda juga bisa dikatakan mempunyai ikatan yang kuat dengan bangsa Indonesia karena faktor historis. Hal ini memberikan dampak positif karena kita akan diperlakukan seperti warga setempat, tidak dianggap sebagai orang asing lagi. Lingkungan yang positif itulah yang membuat banyak warga Indonesia betah untuk tinggal dan menetap bertahun-tahun di sini.

Gimana, jadi semakin tertarik dan bersemangat untuk mencari pekerjaan di the City of Light ini, kan? 😉
(lili)

]]>
http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sosok-eindhoven-rangga-priandono/feed/ 1
Sidang Umum Anggota 2016 http://ppi-eindhoven.nl/index.php/sidang-umum-anggota-2016/ Sat, 20 Feb 2016 16:39:59 +0000 http://ppi-eindhoven.nl/?p=3118 ]]>