Ricky Elson

Jumat, 25 Maret 2016, PPI Eindhoven bekerjasama dengan PPI Belanda menyelenggarakan Lingkar Diskusi dengan tema “Energi Terbarukan: Solusi untuk Masa Depan Indonesia” di Studenten Kapel Eindhoven. Diskusi kali ini dihadiri oleh Ricky Elson, technopreneur Indonesia yang ahli di bidang motor penggerak listrik dengan moderator Aziiz Sutrisno, mahasiswa doktoral bidang Transisi Energi di TU Eindhoven. Acara dibuka dengan sambutan dari bapak I Gusti Agung Weksa Puja, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda.

Dalam sambutannya, Bapak Puja memaparkan bahwa kebutuhan energi kita terus meningkat sebesar 7.1% tiap tahun di mana hingga saat ini lebih dari 95% pemenuhan kebutuhan energi berasal dari energi fosil yang menghasilkan gas rumah kaca. Di sisi lain sebenarnya Indonesia menyimpan potensi energi baru terbarukan yang cukup besar mulai dari mini/micro hydro, biomass, energi surya, energi angin, higga energi nuklir dan sebagian sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia sebagai projek percontohan.

Sebelum Ricky Elson menyampaikan materinya, moderator memberikan gambaran umum mengenai kondisi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Hingga saat ini, pengembangan masih terhambat karena adanya regulasi yang kompleks serta mahalnya biaya yang dibutuhkan. Padahal, energi baru terbarukan ini dapat menjadi solusi untuk menerangi daerah-daerah tertinggal yang belum mendapat akses listrik.

Pada sesinya, Ricky Elson kemudian bercerita mengenai Lentera Angin Nusantara, forum yang menampung minat pelajar-pelajar Indonesia untuk mengembangkan daerah-daerah tertinggal menggunakan teknologi, pada 2011 di Ciheras, Tasikmalaya. Bersama beberapa mahasiswa, beliau melakukan riset untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin. Pembangkit ini telah berhasil dibangun di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di desa Kalihi, Sumba. Kunci dari pembangunan sebuah pembangkit energi terbarukan di daerah yang belum tersentuh listrik terletak pada keberlanjutannya. Keseluruhan prosesnya pun melibatkan masyarakat sekitar mulai dari pembangunan hingga perawatan.

Dalam diskusi ini juga, ada beberapa hal yang menarik untuk diperhatikan. Indonesia merupakan negara yang besar dengan penduduk mencapai lebih ladi 250 juta jiwa, namun sekitar 49 juta dari jumlah tersebut masih belum terjangkau akses listrik. Pengembangan energi baru terbarukan dapat menjadi solusi untuk permasalahan ini karena sebenarnya Indonesia menyimpan potensi yang begitu besar baik dari sumber daya alam untuk energi baru terbarukan dan juga sumber daya manusia untuk mengembangkannya. Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan kerjasama semua pihak (Pemerintah sebagai pembuat regulasi, swasta, akademisi, dan masyarakat) agar upaya ini dapat berjalan secara optimal.
(whyu)