Hai Sahabat PPI/e!

Jumpa lagi dengan Sosok edisi Desember. Kali ini PPI/e berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang sosok di Eindhoven. Beliau menjabat sebagai Ketua Musihoven. Apa itu Musihoven? Apa peran penting Musihoven bagi masyarakat Indonesia di Eindhoven? Yuk kita simak hasil wawancara PPI/e bersama Yusril Maulidan Raji!

yusril2

Musihoven (www.musihoven.nl) adalah singkatan dari Muslim Indonesia di Eindhoven. Komunitas ini dibentuk oleh warga Indonesia di Eindhoven untuk memfasilitasi kegiatan keislaman dan silaturahmi antar muslim di Eindhoven. Meskipun begitu, acara-acara Musihoven tidak tertutup untuk muslim saja. Banyak saudara-saudara non-muslim yang juga turut berpartisipasi dalam acara Musihoven, seperti pada saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Hubungan kekerabatan antar warga Indonesia di Eindhoven memang bisa dibilang cukup erat.

Dalam setahun, ada banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Musihoven, diantaranya pengajian rutin dwi mingguan, iqra mingguan anak-anak, pengajian muslimah, kegiatan One Day One Lembar, tadarus online di bulan puasa, dan buka puasa bersama organisasi muslim lainnya. Selain menyelenggarakan kegiatan internal, Musihoven juga fokus dalam menjalin kerja sama dengan komunitas muslim lainnya, seperti komunitas Muslim Pakistan dan Turki. Hubungan dengan komunitas Muslim Pakistan berawal dari tempat pengajian rutin Musihoven, dimana saat ini Musihoven menggunakan masjid Heezerweg yang dikelola oleh komunitas muslim Pakistan. Saat Ramadhan, Musihoven dan komunitas Muslim Pakistan juga saling mengundang satu sama lain dalam mengadakan buka puasa bersama. Begitu pula dengan komunitas Muslim Turki, beberapa kali Musihoven diundang untuk menghadiri jamuan yang diselenggarakannya.

Berjalannya roda organisasi Musihoven tentu tak terlepas dari peran ketuanya. Adalah Yusril Maulidan Raji, atau yang biasa disapa Yusril, yang sejak Agustus 2016 lalu menjabat sebagai ketua Musihoven untuk satu tahun kepengurusan. Di luar kesibukannya di Musihoven, Yusril bekerja di salah satu perusahaan IT di Eindhoven sebagai Software Developer.

Yusril memulai perantauannya ke Eindhoven dengan mengikuti program double degree antara Telkom University dan Fontys University. Ada tiga hal yang menjadi alasan bagi Yusril untuk memilih Eindhoven sebagai tempat studi. Pertama, terkait dengan rencana karir setelah lulus kuliah. Setelah melakukan riset, Yusril menyimpulkan bahwa peluang karir di Belanda sangatlah besar. Khususnya kota Eindhoven, yang disebut-sebut sebagai “Silicon Valley”nya Eropa. Kedua, Belanda termasuk negara yang sangat toleran. Orang Belanda sangat menghormati warga asing, sehingga mudah untuk berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk setempat. Ketiga mengenai bahasa. Belanda merupakan negara non-English speaking dengan pengguna Bahasa Inggris tertinggi di dunia. Jadi, bagi pendatang yang baru belajar Bahasa Belanda tidak akan kesulitan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Lebih khusus mengenai Eindhoven, Yusril memandang kota ini sangat nyaman untuk belajar. Lingkungannya cenderung tenang dan sepi. Meskipun begitu, Eindhoven termasuk salah satu dari 5 kota besar di Belanda, jadi fasilitas yang tersedia di kotanya sangat lengkap. Sedangkan mengenai komunitas keislaman di Eindhoven, Yusril berpendapat kota ini adalah yang terbaik dibanding kota-kota lainnya di Belanda. Salah satu sekolah islam terbaik di Belanda ada di Eindhoven. Pastinya, ada turut andil pula dari komunitas Islam di Eindhoven dalam membangun sekolah tersebut.[lili]