Jumat lalu (15/4), PPI/e bidang eksternal mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai secara langsung salah satu orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Eindhoven. Buat para mahasiswa yang sebentar lagi akan lulus, info dari tamu kita kali ini bakalan bermanfaat buat cari-cari kerja di negeri kincir angin ini. So, yuk kita sambut tamu kita: Mas Rangga!

mas rangga

Mas Rangga menempuh pendidikan masternya di Department Mathematics and Computer Science TU/e. Tak lama setelah lulus pada September 2015 lalu, ia langsung diterima bekerja di Philips Lighting melalui suatu agen. Dua bulan bekerja di sana, kemudian ia pindah ke ASML sebagai configuration engineer di Departemen Software Integration. Mantap kan? Kira-kira apa ya tips dan triknya bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah di Eindhoven ini?

Mas Rangga membagi tiga rahasianya. Yang pertama adalah tentang attitude. Poin pertama ini mencakup kemampuan kita untuk bisa menunjukkan kelebihan diri. Mas Rangga mengamati bahwa orang-orang Belanda itu lebih percaya diri dalam menunjukkan kehebatan dirinya. Sedangkan orang Indonesia lebih pemalu, mungkin juga pengaruh dari budaya timur ya. Padahal sikap ini sangat penting sewaktu kita diwawancara perusahaan. Jadi, beranilah untuk mengungkapkan kualitas diri ya. J

Mas Rangga juga menekankan pentingnya mencari kerja sedini mungkin, minimal ketika kita mulai menulis tesis. Persiapan diri dari jauh-jauh hari ini akan membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan. Jangan diundur-undur sampai waktu kelulusan tiba. Take one step ahead! J

Rahasia yang kedua adalah tentang agen pencari kerja. Untuk seorang fresh graduate, agen ini sangat membantu sekali dalam mencarikan kita pekerjaan. Jadi jangan menganggap remeh dan menomorduakan agen. Seperti Mas Rangga ini, pertama kali berjodoh dengan Philips Lighting karena dibantu oleh agen. Kelebihan lainnya dengan menggunakan agen adalah kita bisa dengan cepat mendapatkan kerja, jadi tidak perlu menggunakan zoekjaar visa (zoekjaar = job-seeking year for graduates) yang masa berlakunya hanya satu tahun. Ketika kita sudah mendapatkan kerja, maka perusahaan bisa memberikan kita visa untuk high-skilled migrant yang berlaku untuk empat tahun.

Ohya, Mas Rangga juga membocorkan rahasia yang ia dapat dari agennya loh. Menurut penuturan orang di agen ini, ternyata mencari lulusan universitas yang mau bekerja itu susah karena kebanyakan orang Belanda lebih memilih membuka perusahaan sendiri, atau yang kita kenal dengan nama start-up. Nah ini kesempatan emas buat para mahasiswa asing untuk merebut kursi lowongan pekerjaan di perusahaan ternama. Jadi tambah semangat kan untuk melamar kerja di Eindhoven 😉

Rahasia Mas Rangga yang terakhir berhubungan dengan lingkungan kerja. Mas Rangga membandingkan lingkungan kampus dan lingkungan perusahaan. Ternyata itu seperti dua dunia yang berbeda. Di kampus kita mungkin bisa lebih santai, bisa lebih kreatif dalam melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak kita. Sedangkan di lingkungan perusahaan, akan lebih terasa peraturan dan “the way of working”-nya. Kita juga akan menemui para senior yang sudah lama bekerja di perusahaan itu, telah mumpuni pengalaman bekerjanya, serta mempunyai gaya kerja tersendiri. Tidak jarang ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan kerja kita. Maka kita harus pintar-pintar memposisikan diri, harus bisa mengasah tingkat kesabaran. Seiring berjalannnya waktu kita akan terbiasa dengan lingkungan yang berbeda dari dunia akademis tempat kita belajar dulu.

Sampai di sini, mungkin pertanyaan yang banyak diajukan oleh orang yang ingin bekerja di negeri bukan berbahasa Inggris adalah tentang persyaratan kemampuan bahasa. Ternyata ya, tidak ada persyaratan itu loh untuk melamar kerja di perusahaan tempat Mas Rangga bekerja. Well, mungkin ada aja sih departemen tertentu yang mensyaratkan kemampuan Bahasa Belanda. Tapi menurut Mas Rangga, di Eindhoven khususnya, setidaknya ada lebih dari 50% perusahaan manufaktur yang tidak mensyaratkan kemampuan Bahasa Belanda. Tapi ini bukan berarti jadi menyurutkan langkah-langkahmu untuk meningkatkan Bahasa Belanda ya 😉

Eindhoven, sebagai kota dalam brainport region, menawarkan beragam pilihan pekerjaan. Orang-orang Belanda juga bisa dikatakan mempunyai ikatan yang kuat dengan bangsa Indonesia karena faktor historis. Hal ini memberikan dampak positif karena kita akan diperlakukan seperti warga setempat, tidak dianggap sebagai orang asing lagi. Lingkungan yang positif itulah yang membuat banyak warga Indonesia betah untuk tinggal dan menetap bertahun-tahun di sini.

Gimana, jadi semakin tertarik dan bersemangat untuk mencari pekerjaan di the City of Light ini, kan? 😉
(lili)