[Sosok November 2017] Danny Benlin

Kali ini bersama Danny seorang mahasiswa double degree asal Universitas Kristen Petra, Surabaya yang kegiatan kesehariannya di Belanda tidak jauh berbeda ketika di Indonesia. Seorang mahasiswa yang fokus pada kuliahnya dan tidak lupa terhadap tanggung jawabnya. Dimulai dari tekun mengerjakan tugas hingga gereja setiap minggu. Di Belanda, kemandirian dan komunitas menjadi dua perhatian untuk Danny.

Danny menempuh kuliah Informatika atau ICT & Software di Fontys University of Applied Science Eindhoven dan sekarang bekerja sebagai Software Developer/Engineer. Sebagai catatan, perusahaan tempat Danny bekerja tidak melulu soal ICT (misal: software house). Tempat pertama ia bekerja merupakan perusahaan manufaktur alat elektronik dan informasi persiapan untuk pekerjaan yang ia miliki sangat memadai sehingga ia mampu memberikan beberapa informasi mengenai persiapan kerja berdasarkan yang Danny alami.

Danny sudah bekerja di dua tempat yang berbeda, dengan suasana juga berbeda jauh jika dibandingkan. Di perusahaan Danny yang pertama, jumlah pegawainya banyak. Employee benefits yang didapatkan lebih banyak, tapi ia berinteraksi sedikit sekali dengan kolega di luar rapat. Di perusahaan yang kedua, jumlah pegawainya lebih sedikit. Employee benefits juga lebih sedikit. Suasananya terasa lebih internasional dan sebagai dampaknya ia berinteraksi lebih banyak dengan kolega.

Ada 2 perbedaan mencolok yang ia rasakan ketika mulai bekerja seperti halnya, yang pertama masalah jadwal, Danny harus berada di kantor 40 jam seminggu, tapi sebagai gantinya dia tidak pernah membawa pulang pekerjaan rumah. Jam tinggal di rumah jelas lebih sedikit, tapi dia lebih leluasa menggunakannya untuk istirahat/hobi/hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, selain juga merasa lebih lelah.

Kemudian masalah keuangan, “I feel less restrained to spend money, kalau saya memang merasa ada keuntungan lebih yang didapatkan” kata Danny

Dibandingkan Indonesia, penghasilan seorang karyawan di Belanda/Eindhoven jauh lebih bk. Job progression serta kesempatan kerja juga demikian. Dibandingkan kota lain di Belanda, tidak ada alasan spesifik soal pekerjaan. Setelah tinggal beberapa lama di Eindhoven, Danny juga merasa sayang kalau harus pindah ke kota untuk kerja.

Menurut teman Danny pada saat ia berbicara dengan temannya, Eindhoven merupakan kota dimana bidang Teknologi Informasi berkembang pesat, sehingga dibandingkan kota di negara lain pun tetap adalah pilihan yang cukup bagus untuk mencari pengalaman.

Pada dasarnya keinginan pekerja Belanda sama saja dengan di negara lain. Mereka ingin tenaga kerja yang punya kemampuan dan etos kerja memadai. Ada beberapa perusahaan yang memerhatikan nilai di transkrip tapi masih lebih banyak perusahaan yang memberikan ujian dari mereka sendiri sebagai penilaian, atau bahkan hanya berdasarkan wawancara. Ini bukan berarti nilai kuliah tidak penting, terutama bagi mahasiswa yang baru lulus.

Belanda memiliki standar upah minimum lebih tinggi bagi karyawan yang tidak memiliki permanent residence permit jadi jelas perusahaan Belanda memiliki ekspektasi lebih tinggi bagi karyawan yang demikian.

Namun, sebelumnya ada baiknya untuk tahu mengenai visa kerja yang bisa digunakan untuk bekerja purna waktu, Zoekjaar (inggris: orientation year for highly educated persons) dan Kennismigrant (inggris: Highly skilled migrant), seperti syarat, standar upah, dan cara aplikasi. Usahakan untuk selalu menggunakan Kennismigrant jika memungkinkan karena umumnya perusahaan besar atau internasional lebih bersedia untuk mengatur visa kerja dan mengikuti standar upah minimum yang lebih tinggi (kecuali jika menggunakan Zoekjaar.

Untuk mencari perusahaan, cara paling baik umumnya langsung mengunjungi situs perusahaan lalu mengirim lamaran ke lowongan yang ada. Di sini komunitas dan teman karena mereka mungkin tahu lebih banyak perusahaan daripada diri kita sendiri. Cara lain bisa menggunakan situs mencari pekerjaan (seperti indeed.nl), atau meletakan CV di website employment networking (seperti LinkedIn atau MonsterBoard).

Mengenai bahasa, umumnya semakin besar perusahaan atau luas lingkup pelayanannya, semakin mungkin perusahaan tersebut bersedia merekrut pegawai yang hanya bisa berbahasa Inggris. Kecuali untuk lowongan yang secara spesifik membutuhkan kemampuan bahasa Belanda, tidak ada salahnya untuk mencoba melamar lowongan yang ditulis dalam bahasa Belanda sekalipun meski dengan CV bahasa Inggris.

Kemampuan di luar pelajaran kuliah yang sesuai bidang juga jelas memberi nilai plus, tapi sekali lagi tidak mutlak. Perusahaan Belanda umumnya memliki ekspektasi yang cukup realistis bagi para junior dan terkadang menyediakan training yang diperlukan.

Beberapa tips yang ia berikan “Jangan berhenti berusaha kalau belum menandatangani kontrak”. Sebuah perusahaan masih bisa secara legal menghentikan proses rekrut kalau belum ada kontrak yang ditandatangani. Hati-hati juga dengan kontrak berdurasi 7 bulan atau lebih. Terdapat hukum implisit bahwa kontrak dengan durasi demikian memiliki 1 bulan percobaan di mana perusahaan diperbolehkan untuk menghentikan karyawan dalam 1 bulan pertama jika tidak dirasa cocok.

Meski terlihat sepele, jangan remehkan tips yang diberikan internet mengenai CV, surat, dan wawancara, misal jangan mengirimkan surat atau CV yang persis sama ke perusahaan yang berbeda dan siapkan jawaban untuk pertanyaan umum seperti “Apa rencanamu 5 tahun ke depan?”

Agen kerjantara adalah opsi yang bisa dipakai untuk mencari kerja tapi kemungkinan berhasil tidak terlalu besar karena tidak semua perusahaan di daftar mereka bersedia mengikuti standar upah lebih tinggi ataupun menggunakan Inggris sebagai bahasa kantor.

Ada baiknya juga untuk tahu sedikit mengenai pajak dan juga kembalinya, yaitu Belastingaangifte (tax return), setidaknya dalam 1 tahun setelah lulus atau memulai kerja.

Artikel ini ditulis oleh Davin Airlangga (Greg).

Leave a Reply