desi

Tepat sepuluh tahun lalu, Desiree mengawali kehidupannya di Eindhoven setelah lulus dari pendidikan sarjana di ITB. Ia  memilih untuk menempuh pendidikan master di Biomedical Engineering TU Eindhoven. Awalnya, ia sempat bimbang apakah akan memilih TU Delft atau TU Eindhoven, dan kemudian menjatuhkan keputusan di pilihan kedua karena bidang keahliannya didukung oleh universitas TU Eindhoven dalam satu fakultas tersendiri, berbeda dengan TU Delft yang hanya menjadikan Biomedical Engineering sebagai percabangan tersendiri di bawah suatu departemen.

Selepas master, Desiree tertarik untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang tertinggi, dan sejak awal tahun ini ia telah memulai karir postdoctoralnya. Menurutnya, dunia riset adalah dunia yang menyenangkan. Tidak seperti proses belajar di perkuliahan dimana kita mempelajari sesuatu yang sudah terbukti atau diketahui kebenarannya, riset memiliki tantangannya  tersendiri karena kita mempelajari sesuatu yang belum diketahui. Jadi bukan tidak mungkin ketika melakukan riset kita merasakan kekhawatiran apakah sesuatu yang sedang diteliti ini akan berujung kepada kesuksesan. Tapi, di situlah letak keseruannya.

Saat ini Desiree sedang melakukan penelitian tentang in vivo imaging untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes dan gagal jantung. Objek penelitiannya masih menggunakan hewan seperti tikus, tapi bukan tidak mungkin jika hasil risetnya ini akan diimplementasikan ke tubuh manusia dalam 20 atau 30 tahun mendatang. Begitulah hakikat riset, bisa jadi ia tidak memberikan dampak yang nyata saat ini, tapi akan sangat bernilai di masa mendatang. Desiree sendiri mengutip cerita Newton saat menemukan gaya gravitasi. Siapa yang menyangka bahwa penelitianya yang mungkin terlihat sangat tidak berharga pada masa itu kini memberikan sumbangsih yang sangat besar di dunia ilmu pengetahuan?

Selain menjadi seorang postdoctoral researcher, Desiree adalah juga seorang ibu dari dua orang anak. Dalam mengatur waktu, Desiree membagi tips dan triknya yaitu  pembagian peran pada pos-pos waktunya masing-masing.  Ketika di kampus ia akan fokus pada pekerjaannya, dan ketika sudah di rumah, ia akan menghadirkan 100% dirinya untuk anak-anak dan suaminya. Karena jika tidak begitu, yang terjadi adalah pekerjaan yang setengah-setengah dan cenderung menurunkan efisiensi waktu dalam menyelesaikannya. Walau terkadang tuntutan deadline memaksanya untuk “membawa” pekerjaan kantor ke rumah, dimana working from home sangat mudah sekali untuk dilakukan pada era teknologi maju seperti sekarang ini, ia akan mengusahakan untuk bekerja di malam hari setelah kewajibannya sebagai seorang ibu selesai.

Dalam menjalankan double role, seorang ibu yang sekaligus seorang postdoctoral researcher, Desiree didukung oleh berbagai pihak. Di Eindhoven khususnya, tersedia family day care yang sangat bersahabat sehingga para ibu tidak perlu was-was ketika menitipkan anaknya selama ia bekerja. Ikatan antara para ibu di kota ini juga bisa dibilang cukup solid, sehingga kita tidak merasa sendirian di sini.

Tidak hanya itu, universitas tempat Desiree bekerja juga sangat mendukung aktivitasnya. Bekerja part-time tiga setengah hari dalam seminggu adalah hal yang wajar, bukan hanya bagi para ibu tapi juga para bapak. Desiree memberikan contoh seorang koleganya yang juga merupakan seorang bapak. Ia baru saja mendapatkan promosi jabatan meski tidak bisa bekerja secara full time karena alasan keluarga. Ini mengindikasikan bahwa universitas tetap memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pegawainya, termasuk pegawai yang memilih untuk bekerja secara part-time. Universitas juga menyediakan ruangan khusus bagi para ibu menyusui yang membutuhkan tempat untuk memompa ASI-nya. Selain itu, ibu hamil juga berhak mendapatkan cuti selama satu bulan sebelum melahirkan, tiga bulan setelah melahirkan, dan ada juga parental leave selama tiga bulan.

Dengan adanya dukungan-dukungan dari berbagai macam pihak, Desiree dapat menjalankan kedua perannya secara maksimal. Ia dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu, sekaligus menjalankan peran postdoctoral researcher secara totalitas.[lili]